Salahkah Perpolitikan di Indonesia ? - Bersama Wahyu Herryansyah, Ilmu Pemerintahan Fisip Undip.
Politik di Indonesia akhir-akhir ini semakin memanas.
Apalagi sejak pelaksanaan Pilgub DKI 2017 lalu. Tak berhenti disitu saja,
menjelang Pilkada serentak 2018 yang akan diselenggarakan pada 27 Juni 2018
nanti, persaingan politik belum selesai. Beberapa kasus, seperti korupsi yang
melibatkan beberapa petinggi seperti gubernur pun mewarnai Pilkada 2018. Lalu
bagaimana tanggapan mengenai keadaan politik Indonesia dalam sudut pandang mahasiswa? Salahkah Perpolitikkan di Indonesia?
Selasa, 6 Maret lalu saya berbincang bersama Wahyu Herryansyah, mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fisip Undip. Wahyu mengatakan bahwa tak ada yang salah dalam perpolitikkan di Indonesia. Politik
adalah alat untuk menjalankan tugas dan kehidupan demokrasi Indonesia. Namun, pelaksanaan
dan orang-orang didalam kegiatan politik itulah yang membuat politik di
Indonesia menjadi rusak.
Lantas, apakah keadaan politik yang seperti ini dapat
mempengaruhi kepercayaan para pemuda khususnya mahasiswa ? Menurutnya, sebagai
mahasiswa sudah ada pembelajaran mengenai Tri Dharma perguruan tinggi, salah
satunya yaitu pendidikan. “ Kita sebagai mahasiswa yang memiliki pendidikan
seharusnya bisa menjadi pendidik kepada teman sebaya dan melihat apa yang harus
dibenahi kedepannya” ujar mahasiswa yang juga sebagai Ketua Himpunan Mahiswa
Jurusan Ilmu Pemerintahan.
Maka dari itu, sebaiknya mahasiswa tidak menjadi apatis
dengan adanya permasalahan politik di Indonesia. Sikap kritis perlu
dikembengkan. Sikap kritis disini ialah bagaimana mahasiswa bisa mempercayai
dan membenahi permasalahan yang ada, dan tidak beranggapan bahwa politik
sepenuhnya buruk.
Salah satu cara dalam menumbuhkan rasa peduli pada politik
yaitu dengan berdiskusi. Berdiskusi dengan teman sebaya, orang tua, atau bahkan
orang-orang lain. Saling memberikan pendapat, membahas permasalahan, pemecahan
masalah dll. “Jadi kita bisa menjadi agen perubahan dunia, pengubah Indonesia,”
tambahnya.
Kesimpulannya, politik Indonesia tidak ada yang salah, namun pelaksanalah yang merusak sistem politik. Dan kita sebagai mahasiswa, tidak seharusnya bersikap apatis. Jadilah agen perubahan dengan bersikap kritis, memberi dan mendengar pendapat, serta mengubah apa yang salah, bukan membiarkan apa yang salah. Agar kesalahan tak mengalir begitu saja.
Comments
Post a Comment