Headline 10 Mei 2018 - Rusuh Berdarah di Rutan Mako Brimob, Versi Polisi Vs Klaim ISIS
Liputan6.com, Jakarta - Rumah Tahanan Markas Korps Brimob (Mako Brimob) Kelapa Dua Depok punya reputasi 'angker'. Dikepung tembok setinggi empat meter dan dijaga ketat aparat, para tahanan di sana mustahil kabur.
Apalagi Mako Brimob adalah markas pasukan elite Polri yang punya rekam jejak panjang dalam sejarah Indonesia. Para anggota Korps Brigade Mobil dilatih untuk bisa menanggulangi situasi darurat dengan cepat, termasuk kejahatan yang melibatkan senjata api dan bahan peledak.
Oleh karenanya, apa yang terjadi pada Selasa, 8 Mei 2018 malam sungguh di luar dugaan.
Kala itu, sejumlah napi di Blok C dan B mengamuk. Mereka menjebol pintu dan dinding sel tahanan. Petugas yang sedang berjaga dibuat kalang kabut oleh aksi sporadis tersebut, bahkan enam di antaranya menjadi sandera.
Akibatnya tragis. Enam orang meninggal dunia, lima polisi dan satu napi. Mereka adalah Bripda Wahyu Catur Pamungkas, Bripda Syukron Fadhli, Ipda Rospuji, Bripka Denny Setiadi, dan Briptu Fandi Setyo Nugroho. Mereka tewas diduga akibat luka yang dipicu senjata tajam dan senjata api.
Sementara dari pihak napi, Benny Syamsu Tresna dilaporkan tewas tertembak.
Itu bukan kejadian pertama. Para napi teroris juga pernah mengamuk pada 10 November 2017, yang dipicu soal slot kunci dan penggeledahan oleh aparat. Namun, tak sampai ada korban jiwa yang jatuh.
Saat situasi di Mako Brimob belum terkendali, tatkala masih ada polisi yang disandera, sekonyong-konyong ISIS mengklaim sebagai dalang rusuh.
Kelompok teror, yang posisinya kini kian terjepit di Irak dan Suriah, berkoar lewat corong medianya, Amaq News Agency.
ISIS mengklaim 10 anggota polisi antiteror tewas dan satu lainnya ditangkap. Amaq bahkan merilis video berdurasi 26 detik yang menunjukkan gambaran jasad-jasad di dalam penjara. Namun, keaslian video atau gambar tersebut masih dipertanyakan.
"Beberapa tentara khilafah yang ditahan di penjara kota Depok di selatan Jakarta selatan mencuri senjata dan mengejutkan para sipir," begitu klaim ISIS yang diungkap situs kelompok intelijen SITE.
ISIS lantas menyebut, para napi terlibat bentrok dengan pasukan antiteror dan merebut senjata mereka, termasuk senapan otomatis.
SITE mengatakan, insiden ini adalah yang pertama dilakukan ISIS di Indonesia sejak 25 Mei 2017. Ketika itu, organisasi teror itu mengklaim bertanggung jawab terhadap ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang menewaskan tiga polisi.
Namun, klaim ISIS dalang rusuh di Mako Brimob segera dibantah polisi. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal menyatakan, klaim ISIS mendalangi kerusuhan di Mako Brimob, tidak benar.
"Saya kan ada di TKP sejak semalam. Saya lihat tahap demi tahap, bahwa apa yang diklaim dari luar itu sama sekali tidak benar," tutur Iqbal di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (9/5/2018).
Menurut Iqbal, pemicu para tahanan membobol sel dan bentrok dengan petugas adalah soal makanan.
Selanjutnya :https://www.liputan6.com/news/read/3520039/headline-rusuh-berdarah-di-rutan-mako-brimob-versi-polisi-vs-klaim-isis?source=search
Comments
Post a Comment