Melestarikan Keberagaman Melalui Seni - Jurnalistik Kontemporer


Melestarikan Keberagaman Melalui Seni
Indonesia, merupakan salah satu negara yang memiliki keberagaman budaya. Dari Sabang hingga Marauke, setiap daerah memiliki budaya bermacam-macam. Antaralain seperti budaya Batak, Jawa, Papua, Minang dll. Selain itu di Indonesia juga terdapat budaya pendatang seperti Arab, Melayu, Tionghoa dan Belanda. Keberagaman ini harus dijaga oleh seluruh warga agar Indonesia agar tetap bersatu. Sikap menghargai dan menghormati antarbudaya sangat penting untuk dijunjung tinggi. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menciptakan sikap tersebut. Salah satunya melalui sebuah karya seni. Lalu, adakah karya seni di Indonesia yang mengangkat keberagaman budaya?
Di Semarang, terdapat salah satu pertujunkan yang bernama Semarang Night Carnival. Semarang Night Carnival adalah acara seni yang bertujuan untuk mengangkat budaya-budaya di Indonesia. Acara ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi kota semarang. Puncak acara dalam Semarang Night Carnival ialah penampilan karya-karya kostum. Setiap tahunnya selalu ada tema-tema unik yang diangkat.
Pada tahun 2015, Semarang Night Carnival mengangkat tema Semarak Semarang dengan 5 kelompok kostum yaitu Jawa, Belanda, China, Melayu dan Arab. Tema ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Semarang memiliki masyarakat dengan latar budaya yang bermacam-macam. Dapat dilihat bahwa temayang diusung kali ini berusaha untuk menjunjung tinggi dan menghargai serta menampilkan budaya melalui kesenian kostum. Bahan dasar yang digunakan adalah batik Semarangan, agar tetap terjaga rasa asli Semarang. Kemudian bahan tersebut dikreasikan sesuai kelompok kostum yang sudah ditentukan.
Hal ini dapat dilihat dari bentuk dan ornamen yang ada pada kostum. Contoh seperti Jawa identik dengan warna coklat dan penuh bentuk ukiran. China identik dengan warna merah dan kipas bak permaisuri China. Belanda identik dengan warna biru muda dan merah muda dengan mahkota yang berbentuk seperti topi para Noni Belanda ataupun payung-payung khas Belanda. Tak hanya itu, setiap kelompok memiliki lagu yang sesuai dengan tema untuk berjalan dan menari.
Menjaga pluralitas dengan kesenian merupakan cara yang unik, menarik dan juga menghibur. Masyarakat disuguhkan dengan kreatifitas peserta dalam menciptakan kostum. Masyarakat bisa melihat perbedaan-perbedaan budaya melalui kostum yang ditampilkan. Musik yang sesuai dengan tema juga bertujuan membuat masyarakat untuk benar-benar ikut merasakan atmosfer dari setiap budaya yang ditampilkan kelompok kostum. Seperti jika kelompok China tampil, masyarakat akan merasakan bahwa mereka sedang benar-benar berada di lingkungan China dan lain sebagainya.
Cara seperti ini memudahkan masyarakat untuk merasakan keberagaman budaya secara nyata. Perpaduan antara kostum, tarian dan lagu lebih mudah dan ringan untuk diterima masyarakat. Dengan adanya hal ini, masyarakat bisa semakin paham bahwa kebudayaan di Semarang sangatlah beragam.

Comments

Popular posts from this blog

Teks Pidato Tema Komunikasi dan Media

Review Lagu : Tulus - Mahakarya

Headline 24 Mei - THR untuk PNS dan Pensiunan, Ini Faktanya