Review Jurnalistik Kontemporer - Wike Widyaswara

Jurnalisme Ottobiografi 

Jurnalisme autobiografi adalah karya jurnalistik yang berisikan tentang kehidupan pribadi dan emosional penulis. Jurnalisme autobiografi hampir menyerupai buku harian atau blog karena konten yang ditulis adalah mengenai keberadaan, kebiasaan, pengalaman hidup dan hal lain yang mengupas tentang diri penulis.  Lalu dari mana jurnalistik autobiografi berasal?
Terbit dan bangkitnya jurnalistik biografi. Maraknya jurnalistik autobiografi membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik.  Penulisan jurnalistik biografi berbeda dengan  penulisan jurnalistik lainnya. Seperti yang dijelaskan dalam buku ini menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi dalam hidup bisa menjadi sumber dalam penulisan. Sumber dari jurnalisme autobiografi adalah tangan pertama atau penulis yang langsung bersangkutan. Jurnalisme autobiografi ini akhirnya populer di banyak surat kabar. Cerita dalam kehidupan nyata dikemas semeneraik mungkin. Seperti dalam buku Sophie McKimm yang menceritakan kisah Neneknya menyukai laki-laki berusia 25 tahun di Gambia atau kekerasan dalam rumah tangga yang menghancurkan keluarganya. Menuliskan kisah pribadi dalam jurnalisme autibiografi dijadikan sebagai sebuah pengalaman yang bagi para pembacanya.
Masyarakat autobiografi. Jurnalisme autobiografi bukan sebuah karya yang terisolasi. Ada hal-hal yang dapat membuat jurnalisme autobiografi terlihat lebih menarik dan asyik. Setiap karya yang ditulis dalam autobiografi mengangkat wilayah budaya yang beda. Bagaimana identitas kita, siapa diri kita, dari mana berasal dan apa yang kita rasakan memunculkan keasyikan yang beragam bentuk sesuai dengan tempatnya.
Jurnalisme bukanlah fenomena yang terisolasi. Ada keasyikan yang mendasari di sebagian besar wilayah kehidupan budaya, baik budaya populer dan 'tinggi', dengan diri, subjektivitas dan identitas, dengan siapa kita, dari mana kita berasal, dan terutama apa yang kita rasakan. Keasyikan ini muncul di berbagai tempat dan mengambil berbagai bentuk. Keasyikan ini bukan untuk diri sendiri. Melalui pengalaman yang dibagikan, jurnalisme autobiografi berusaha untuk membuat orang lain mengetahui siapa diri orang lain dan merubah diri orang lain. Seperti dalam Oprah, tiap orang memiliki sisi menarik untuk diceritakan kepada khalayak. Salah satunya juga pengalaman tentang kesulitan dan ekstrem. Pada tahun 1970-1980 terjadi pemberontakan oleh kaum feminisme yang menentang subjek dan penulis biografi. Mereka menantang hierarki apa yang sebelumnya dianggap penting secara historis atau signifikan.
Masyarakat konfensional. Dalam tulisan ini yang menarik adalah identitas seeseorang. Bagaimana orang-orang menuliskan pengalaman yang pernah ia alami secara langsung. Jurnalisme autobiografi  berkaitan dengan voyeurismen atau menggunakan proses dua arah. Dimana sang penulis ingin mengeksplor dan mengungkapkan tentang dirinya serta bagaimana ia melihat orang lain. Seperti televisi yang menampilkan kehidupan selebriti atau orang yang bersekolah di tahun 1950.
Jurnalis lebih memiliki nilai keaslian daripada media televisi. Dalam pembuatan autobiografi, jurnalisme dapat memberikan fakta dan tidak mengada-ada. jurnalisme lebih menghargai kebenaran daripada nilai lainnya. Dalam buku ini terdapat contoh bagaimana seseorang selama 30 tahun tinggal bersama ayah yang sedang depresi. Penulis mengedepankan kebenaran dimana penulis harus menempatkan posisi dan ikut melaksanakan kesulitan yang dialami.
            Jurnalisme autobiografi memberi kebebasan dalam menceritakan apa yang ingin disampaikan. Tulisan yang dibawakan sebaiknya menciptakan suara dan kepribadian yang cukup kuat dan menarik ser

Comments

Popular posts from this blog

Teks Pidato Tema Komunikasi dan Media

Review Lagu : Tulus - Mahakarya

Headline 24 Mei - THR untuk PNS dan Pensiunan, Ini Faktanya